Warungdowo -
Untuk mendongkrak pendapatan asli desa (PAD), Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Guyub
Rukun di Desa Warungdowo, terus berinovasi di tengah pandemi Covid-19. Salah satu usaha yang
dilakukan adalah mengakomodir para penghobi burung kicauan, dengan menyediakan
wadahnya berupa Gantangan D’Pecaton. Gantangan adalah tempat khusus untuk
menaruh sangkar dengan burung yang dipakai pada setiap pertandingan kontes
burung kicau. Usaha baru itu dilaunching pada bulan Mei 2021 yang lalu oleh Ketua Bumdes
Guyub Rukun, Samsul Arifin.
Dalam rangka memperingati hari
Sumpah Pemuda ke 93, diadakan
Latpres yang diikuti oleh ratusan penghobi burung yang berasal dari dalam dan
luar Kabupaten Pasuruan seperti dari Solo, Magetan, Kediri, Probolinggo, dan
kota lain.
Ketua Panitia Mujaddid
menyatakan lomba kicau burung dibuka dalam 2 kelas pro. Untuk jenis burung tantangan
yang dilombakan meliputi: kenari, cucak ijo, murai batu, Cendet, Konin,
Cemplir, Anis Kembang, Lovebird Balibu, Lovebird fighter, dan Lovebird M1. Tiket pendaftaran peserta dikelas tantangan adalah Rp 220.000 dengan hadiah utama 2 juta rupiah.
“Setiap kelasnya diikuti 35 sampai 60 peserta. Lomba kicau ini diadakan 2 kali setiap minggu yakni Sabtu
dan Senin. Sementara untuk latpres diadakan sebulan sekali di Minggu ke 4,”
terang Mujaddid.
Sementara itu Kepala Desa
Warungdowo, Muhammad Muslik mengatakan, dengan adanya Gantangan D’Pecaton ini
selain menambah pendapatan bagi PAD, juga ikut meningkatkan ekonomi masyarakat
terutama yang memiliki usaha makanan dan minuman. (Ed)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar